Test Drive: Seberapa Irit Toyota Corolla Cross Hybrid?

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Toyota Corolla Cross Hybrid adalah Sport Utility Vehicle (SUV) perkotaan terbaru yang punya sejumlah kelebihan. Semua kelebihan Toyota Corolla Cross Hybrid tentang eksterior, interior maupun fiturnya bisa Anda baca di artikel sebelumnya. Kali ini kita akan mengulas pengalaman berkendara saya bersama mobil ini selama pengujian.

Rasa Berkendara

Duduk di kursi pengemudi tak sulit menemukan posisi berkendara yang pas. Posisi kursi bisa diatur secara elektronis dan posisi lingkar kemudi bisa diatur secara tilt steering.

Oke sekarang saatnya menghidupkan mesin. Pencet tombol Start-Stop maka semua instrumen di dalam kabin menyala. Tetapi uniknya tak ada suara starter mesin maupun getaran khas yang ditunggu-tunggu. Pengemudi yang awam mengoperasikan mobil hybrid mungkin ragu, apakah mesinnya sudah benar-benar hidup.

Injak pedal rem dan geser tuas transmisi ke posisi D dan mobil pun bergulir senyap. Rupanya mobil melaju dalam mode full electric. Oh jadi begini rasanya sensasi mengemudikan mobil bertenaga listrik murni, hening dan tanpa getaran.

Saking senyapnya Toyota memberikan peringatan kepada orang di luar kendaraan dengan mengeluarkan suara buatan. Tujuannya jelas untuk alasan keselamatan pejalan kaki agar sadar ada kendaraan berjalan di dekatnya.

Sewaktu pedal gas diinjak agak dalam atau ketika energi baterai sudah menipis, barulah terasa getaran mesin yang tiba-tiba hidup. Jujur kalau sudah jalan di kecepatan tinggi agak sulit membedakan kapan mesin menyala atau ketika mobil melaju dalam mode full electric. Karena tingkat kesenyapan kabin dan kemampuannya menyerap getaran sangat baik. Wajar kalau harganya sampai hampir setengah milyar Rupiah.

Di permukaan jalan aspal mulus sama sekali tak ada komplain tentang mobil ini. Struktur rangka TNGA (Toyota New Global Architecture) dengan low center of gravity memberikan stabilitas berkendara yang baik. Apalagi Toyota Corolla Cross didukung fitur kontrol stabilitas.

Ketika keluar dari perkotaan masuk ke jalanan pedesaan di wilayah pegunungan barulah watak asli mobil ini mulai kelihatan. Mengadopsi suspensi belakang jenis torsion beam, kualitas bantingan suspensi mobil ini jadi terasa kerdil bila dibandingkan dengan suspensi double wishbone yang dipakai versi sedannya.

Suspensi jenis ini memakai batang peghubung antara roda kiri dengan roda kanan belakang. Kelebihannya suspensi ini mampu mengurangi gejala limbung dengan optimal dan membuat Anda dapat menikung dalam kecepatan tinggi dengan penuh percaya diri.

Suspensi jenis ini juga tidak memerlukan banyak ruang sehingga mampu memaksimalkan ruang di bagian bawah kendaraan. Kelebihan lainnya, suspensi jenis ini lebih mudah perawatannya dan lebih murah harganya dibanding suspensi double wishbone.

Double wishbone lebih kompleks. Namun sistem suspensi ini memudahkan produsen mobil dalam mencari keseimbangan ideal antara kenyamanan dan stabilitas berkendara. Makanya bantingan suspensi Toyota Corolla Cross Hyrbid terasa sedikit keras saat menghadapi jalanan semi offroad dan berlubang di wilayah pegunungan.

Untungnya kemudi mobil ini punya pergerakan kemudi yang akurat dan responsif. Bobot kemudinya pas walaupun feedback dari roda hampir tidak bisa dirasakan di kemudi. Maklum fitrahnya sebagai SUV pertualang memang membuatnya mengorbankan kesenangan mengemudi demi kemudahan dan kenyamanan berkendara.

Performa dan Efisiensi Sistem Hybrid

Toyota Corolla Cross Hybrid ditenagai oleh mesin 1,8 liter bertenaga 98 PS dengan torsi puncak 142 Nm. Melihat spesifikasinya ini seolah performanya tak istimewa. Memang ya begitulah performa mobil ini sesungguhnya. Meski begitu bukan berarti performanya tak bisa diandalkan.

Jangan lupa, ada motor elektris yang membantu mendorong kendaraan saat diperlukan. Walaupun sekali lagi, utamanya sistem penggerak hybrid mobil ini ditujukan sebagai peningkat efisiensi bahan bakar.

Lalu berapa konsumsi bahan bakarnya? Sewaktu dipakai berkendara normal dengan rute kombinasi dalam kota dan tol sejauh kurang lebih 100 km, catatan terbaik yang didapat 22,6 km/liter. Cukup irit kan untuk mobil bermesin 1,8 liter? Angka ini memang tidak fantastis. Kira-kira segitulah konsumsi BBM yang Anda dapatkan kala mengemudi mobil hybrid dengan kapasitas sejenis lainnya.

Tetapi jangan kaget saat dipakai menuruni bukit, hampir sepanjang perjalanan mobil melaju dalam mode full elektrik. Justru sewaktu menggelinding turun, mobil menyerap energi pengereman dan memanfaatkannya untuk mengisi ulang energi baterainya.

Apalagi meski bertransmisi otomatis, Corolla Cross Hybrid menyediakan engine brake. Posisikan tuas transmisi di posisi B dan sistem secara regeneratif menangkap energi deselerasi dan mengubahnya menjadi energi listrik sebagai bekal untuk dipakai di kondisi perjalanan normal di perkotaan.

[MNR]

About pekik udi irianto 1613 Articles
1. Otomotif Tabloid, PT Dunia Otomotifindo - Group of Magazine as Photographer from May 2, 1994 to June 14, 2001 2. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photographer from June 15, 2001 to December 31, 2001 3. Otosport Tabloid, Automotive Media Supporting Unit, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2002 to December 31, 2002 4. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2003 to April 5, 2003 5. Auto Bild Magazine, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from May 6, 2003 to December 31, 2008 6. Photographic Section, Auto Bild Editorial Department, Automotif Media, Publishing II Division, PT Infometro Mediatama - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2009 to October 31, 2014 7. aftermarketplus.id as Editor in Chief from August 2, 2015 to present