Test Drive Toyota Fortuner 4×4 2.8 GR Sport 2022: Performa Istimewa

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Toyota Fortuner 2.8 GR Sport mendapat pembaruan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. Sebetulnya Toyota Fortuner yang memakai mesin diesel berkapasitas 2,8 liter telah diluncurkan awal tahun ini. Namun di GIIAS 2022 hadir sejumlah perubahan dan harga baru.

Khususnya untuk varian berpenggerak 4×4. Toyota Fortuner 2.8 GR Sport yang sebelumnya hanya dijual dalam satu varian kini bisa dipesan dalam tiga tipe, yakni 4×4 2.8 GR Sport A/T seharga Rp 712.050.000, 4×4 2.8 GR Sport A/T Lux seharga Rp 715.843.000 dan 4×4 2.8 GR Sport A/T Two tone seharga Rp 717.050.000.

Unit yang kami uji kali ini adalah varian termahalnya. Tentu saja inilah Toyota Fortuner paling istimewa yang ada di Indonesia. Paling istimewa jelas mesinnya, yakni 1GD-FTV berkapasitas 2,8 liter yang menghasilkan tenaga 203,9 PS pada 3.000 – 4.000 rpm dengan torsi puncak 499 Nm pada 1.600 – 2.800 rpm.

Performa Toyota Fortuner 4×4 2.8 GR Sport mengungguli rivalnya, Mitsubishi Pajero Sport 4×4. Sebagai perbandingan, mesin 2,4 liter 4N15 Pajero Sport menghasilkan tenaga hanya 181 PS pada 3.500 rpm dengan torsi puncak 430 Nm pada 2.500 rpm. Melihat spesifikasi mesinnya ini saja, jelas sudah bisa dipastikan performa Toyota Fortuner bermesin 2,8 liter berpenggerak 4×4 bakal lebih menggairahkan.

Transmisi otomatis 6-speed dengan sport sequential switchmatic yang giginya dapat diatur melalui paddle shift semakin meningkatkan rasa kesenangan mengemudinya. Setidaknya itulah yang kami rasakan saat mengujinya. Tentu saja bedakan kesenangan mengemudi SUV ladder frame bermesin diesel dengan mobil monokok bermesin bensin. Cara menikmatinya jelas berbeda.

Begitu mesin dihidupkan lewat tombol Start-Stop, suara garing mesin diesel begitu merdu terdengar sayup-sayup di telinga dari dalam kabin. Begitupun dengan getarannya yang begitu menggoda seakan mengajak bergoyang dengan menginjak pedal gas dalam-dalam.

Benar saja, injak pedal gas perlahan dan terasa sekali respons cepat dari torsi sebesar hampir 500 Nm. Performa yang menjanjikan ini pas sekali dimiliki oleh Fortuner berpenggerak 4×4. Torsi besar dibutuhkan untuk berjuang di area offroad. Misalnya menanjak di jalanan pegunungan dengan permukaan jalan berlumpur misalnya.

Hebatnya lagi, Toyota Fortuner 4×4 memberikan kemudahan kepada pengemudinya dalam mengoperasikan sistem penggerak 4×4 miliknya. Tersedia transfer case H2, H4 dan L4 model knop putar yang disebut easy 4×4 switch. Memang benar sih, tak repot memindahkan sistem penggerak. Kami sudah mencobanya sendiri, tak sulit dan tak butuh waktu lama untuk mengubah sistem penggerak 4×2 ke 4×4.

Asyiknya lagi ada Limited Slip Differential (LSD). Fitur ini bertugas menyalurkan tenaga roda yang masih memiliki traksi untuk menghindari mobil slip atau terhenti ketika menghadapi situasi ban menggantung sebelah misalnya.

Kalau butuh putaran yang sama di setiap roda, ada Differential lock yang berfungsi mengunci sistem differensial. Ada juga fitur Downhill Start assist Control yang membantu mengontrol kecepatan mobil saat berhenti di turunan agar tidak tergelincir.

Tak kalah penting kamera 360. Fungsi kamera ini sangat berguna saat dipakai di area offroad. Sebab lewat pandangan mata elang pengemudi dapat memonitor kondisi sekitar dengan lebih baik sebelum mengambil keputusan dalam melaju. Masih banyak lagi fitur bantuan berkendara offroad yang dimilikinya, seperti Fitur Hill Start Assist (HSA), Vehicle Stability Control (VSC), Trailer Sway Control (TSC) dan Traction Control (TRC) juga sudah terpasang sebagai fitur keselamatan standar.

Semua itu membuat manuver di medan offroad dapat dilakukan dengan mudah oleh Toyota Fortuner 4×4 2.8 A/T GR Sport. Tetapi itu semua harus ditebus dengan harga di atas Rp 700 jutaan. Sayangnya, meski harganya tinggi tetapi ada sejumlah kekurangan Toyota Fortuner 4×4 bermesin 2,8 liter. Apa saja? Tunggu ulasan kami berikutnya.  

[MNR]

About pekik udi irianto 1977 Articles
1. Otomotif Tabloid, PT Dunia Otomotifindo - Group of Magazine as Photographer from May 2, 1994 to June 14, 2001 2. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photographer from June 15, 2001 to December 31, 2001 3. Otosport Tabloid, Automotive Media Supporting Unit, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2002 to December 31, 2002 4. Otosport Tabloid, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2003 to April 5, 2003 5. Auto Bild Magazine, PT Penerbit Media Motorindo - Group of Magazine as Photo Editor from May 6, 2003 to December 31, 2008 6. Photographic Section, Auto Bild Editorial Department, Automotif Media, Publishing II Division, PT Infometro Mediatama - Group of Magazine as Photo Editor from January 1, 2009 to October 31, 2014 7. aftermarketplus.id as Editor in Chief from August 2, 2015 to present