AFTERMARKETPLUS.id - Toyota Kijang Innova mendapat varian baru yang hanya dibuat terbatas 50 unit saja pada bulan April 2021 lalu. Kami sudah mengulas tentang perbedaan dari Toyota Kijang Innova non Limited Edition di artikel sebelumnya. Nah kali ini kami ulas tuntas tentang pengalaman berkendara bersama medium MPV (Multi Purpose Vehicle) yang eksklusif itu.
Pertama, kita bahas dulu eksteriornya. Unit yang kami uji ini adalah tipe Venturer seharga Rp 482,7 juta. Terlepas dari semua imbuhan aksesoris dan pembeda khusus tipe Limited Edition 50th Anniversary, desain Kijang Innova Venturer masih bisa diterima oleh konsumen saat ini. Apalagi basis dari mobil ini adalah Toyota Kijang Innova Venturer yang telah mendapat peremajaan di tahun 2020 lalu.
Wajahnya terlihat lebih ramai berkat palang grille yang menjadil lebih tipis dari sebelumnya. Desain bumper depan juga tampil lebih sporty dengana aksen cover plastik berwarna hitam di bibir bagian bawah. Cover plastik pada bodi bagian bawah sebetulnya lebih lazim ditemui pada SUV (Sport Utility Vehicle). Tapi mungkin memang ini tujuan Toyota yang ingin membedakan varian Venturer dengan Innova Reborn walaupun secara keseluruhan wujudnya masih identik.
Varian yang kami uji ini jelas tipe termahal Toyota Kijang Innova Venturer. Makanya banyak bertabur ornamen chrome sebagai penanda kemewahan di eksterior. Penerangan pun sudah memakai lampu LED proyektor lengkap dengan lampu berkendara siang hari LED miliknya yang khas. Pokoknya kalau dilihat dari luar, mobil terbatas ini punya kelas.
Tapi begitu masuk ke dalam ada sedikit rasa kecewa yang kami rasakan. Pasalnya, banderol mendekati setengah miliar Rupiah namun material interiornya terlihat kurang mewah. Contohnya, material plastik keras di dashboard belum soft touch atau dibalut kulit. Ya memang, tipe terbatas ini sedikit lebih eksklusif dengan panel kayu di dashboard dan jok kulit berwarna cokelat nan premium. Tetap saja indera sentuhan ini tidak dimanjakan selayaknya membeli mobil mewah.
Untungnya terpasang sistem multimedia layar sentuh canggih yang bisa terhubung dengan internet, smartphone, hingga mampu menampilkan tangkapan gambar dari kamera mundur. Lalu interiornya juga dihiasi banyak ambient light, berupa lampu LED pendar biru yang redup sebagai pengisi suasana kabin. Tapi Lagi-lagi kekurangan mobil ini, walau menyentuh harga lebih dari Rp 480 jutaan ternyata pengaturan kursi depan Toyota Kijang Innova masih manual belum elektrik.
Beruntung kursi baris kedua sudah tipe captain seat. Memang mengurangi akomodasi jumlah penumpang, tapi tak mengapa karena paling nyaman kursi baris kedua tipe captain seat seperti ini. Apalagi ada rear seat entertainment yang semakin menambah asyik perjalanan bersama keluarga.
Kursi baris ketiganya juga cukup lumayan. Tapi yang paling penting, bisa dilipat untuk volume bagasi yang lebih luas. Cuma sayang pelipatan kursi baris ketiganya yang digantung ke samping agak kurang efisien. Meskipun sekarang kalau mau mengangkat kursi baris ketiganya tak butuh tenaga lebih karena dibantu mekanisme pelipatan yang ringan.
Kembali ke depan kemudi. Posisi berkendara Toyota Kijang Innova Venturer memang tidak terasa seperti mengendari MPV. Posisi duduk yang tinggi lebih mirip commanding position SUV. Alasannya karena memang mobil ini berdiri di atas struktur rangka ladder frame yang biasa dipakai untuk SUV ataupun mobil komersial. Makanya nanti saat melaju, karakter berkedara mobil ini memang tiada duanya di kelasnya.
Oke langsung aja kita coba. Menghidupkan mesin cukup lewat tombol. Nah bunyi mesin diesel 2GD-FTV 4-silinder 2,4 liter VNT Intercooler yang baru sungguh nyaman. Ya mesin barunya ini berbeda dari sebelumnya. Toyota Kijang Innova lama memakai mesin diesel 2,5 liter dengan kode mesin 2KD-FTV yang suaranya masih lebih berisik dan getarannya pun lebih kasar dibanding versi barunya.
Sudah begitu, performanya pun kalah. Mesin diesel Innova lama bertenaga 102 PS pada 3.600 rpm dengan torsi puncak 200 Nm pada 1.400 rpm. Mesin barunya lebih buas meski kapasitasnya lebih kecil. Tenaganya 149 PS pada 3.400 rpm dengan torsi puncak 359 Nm pada 1.200 sampai 2.600 rpm.
Begitupun waktu dirasakan. Respons pedal gas terasa lebih cepat. Apalagi ada mode berkendara Power yang kalau diaktifkan akan membuat mesin selalu berada di putaran optimal. Jadi gas selalu terisi padat kapanpun Anda injak. Ini sangat membantu saat kami mengajak mobil ini melintasi daerah Sigembok Hill yang berada di lereng Gunung Prau, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Tak perlu ragu saat menemukan tanjakan curam, Toyota Kijang Innova Venturer edisi terbatas ulang tahun ke-50 Toyota di Indonesia ini dijamin sukses menanjak dengan pasti.
Bagaimana dengan kemudi dan stabilitas berkendaranya? Kalau Anda sudah pernah mengemudikan Toyota Kijang Innova sebelumnya, masih khas. Pergerakannya cukup akurat meski jangan berharap ada feedback istimewa dari roda ke setir. Paling penting, tidak sulit mengemudikan mobil ini. Kenapa?
Karena suspensi mobil ini disetel cukup ideal. Artinya ia punya karakter peredaman yang lembut demi kenyamanan yang hakiki, namun di sisi lain tidak membuat mobil limbung tak karuan. Gejala body roll jelas masih terasa, namun tak sampai merepotkan Anda saat berkelok-kelok di jalanan perbukitan.
Terakhir, berapa konsumsi bahan bakarnya? Kami membawa mobil ini dari Jonggol di Kabupaten Bogor menuju kota Solo. Total jarak tempuh pulang-pergi sejauh lebih dari 1.300 km sukses mencatat konsumsi bahan bakar di layar MID sebaik 11,1 km/liter. Catatan ini jelas jauh lebih baik ketimbang Toyota Kijang Innova versi sebelumnya ataupun Innova Reborn bermesin bensin.
Kesimpulannya, menurut kami Toyota Kijang Innova Venturer Limited Edition 50th Anniversary tak hanya menawarkan eksklusifitas saja. Anda pun tetap dapat menikmati medium MPV yang nyaman, bertenaga, konsumsi BBM yang efisien dan rasa berkendara yang tiada duanya lantaran bukan berdiri di atas platform monokok sepenuhnya.
Hanya saja itu semua harus ditebus dengan harga yang kurang lumrah di kondisi saat ini, nyaris setengah miliar Rupiah. Untungnya 50 unit yang diproduksi, sudah ludes terjual.
[MNR]
#Test Drive #Toyota Kijang Innova #Toyota Kijang Innova Venturer #TEST DRIVE Toyota Kijang Innova Venturer Limited Edition 50th Anniversary #Toyota Kijang Innova Venturer Limited Edition 50th Anniversary
Author : pekik udi irianto > 3262 Articles
Pekik Udi Irianto mengenyam pendidikan di Vrije Academie voor de Beeldende Kunsten, The Haque, NL. Memulai karir di bidang otomotif sejak: 1994 : Fotografer Tabloid Otomotif. 2001 : Redaktur Foto Tabloid Otosport. 2003 : Redaktur Foto Majalah Auto Bild Indonesia. 2015 : Pemimpin Redaksi aftermarketplus.id.





List Comment
No Comment