ADA POWNIS, BUS KAYU NAN UNIK DARI BANGKA DI PAMERAN BUS KLASIK MINGGU DEPAN

pekik udi irianto | 25 Mar 2017

Full Width Image
JAKARTA, AFTERMARKETPLUS - Rabu (29/3/2017) pekan depan, pameran bus klasik dan unik bertajuk InCUBUS 2017 untuk pertama kalinya akan berlangsung di arena Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta. Pameran yang berlangsung empat hari sampai 1 April 2017 ini akan menampilkan belasan bus-bus klasik dan unik yang pernah mewarnai dunia transportasi di berbagai daerah di Indonesia. Bus-bus tua tersebut sengaja dipinjam dari para pemiliknya, sebagian adalah kolektor, untuk khusus dipajang di pameran ini. [caption id="attachment_8196" align="alignright" width="300"]Bus Lorena bermesin Mercedes-Benz OF 1113. Bus Lorena bermesin Mercedes-Benz OF 1113.[/caption] Dari belasan bus yang akan tampil, ada beberapa yang diyakini akan membetot perhatian. Apa sajakah? Satu diantaranya adalah bus kayu Pownis dari Bangka Belitung. Bus bermesin Mitsubishi Colt Diesel buatan tahun 1987 ini didatangkan khusus dari Bangka oleh panitia INCUBUS 2017. Bus kayu ini pernah menjadi tulang punggung mobilitas warga di Pulau Bangka era akhir 1970-an sampai 2000-an. Yang unik dari bus ini adalah struktur bodi busnya yang terbuat dari kayu. Begitu juga interior sampai bangku untuk tempat duduk penumpangnya. Sehari-hari, bus bercat merah dan kuning kunyit ini merupakan kendaraan koleksi PT Timah Tbk. Perlu effort khusus dari panitia untuk meyakinkan manajemen PT Timah Tbk agar bersedia melepas sementara bus jadul koleksinya ini untuk dipajang di InCUBUS 2017. Sehari-hari bus ini menghuni Museum Timah Indonesia di Kota Pangkalpinang, Bangka. Total ada dua unit bus Pownis ini dan seluruhnya merupakan donasi dari PT Timah Tbk. Nama Pownis sendiri terbilang unik. Nama ini adalah kepanjangan dari Perusahaan Oto Warga Negara Indonesia Sungailiat. Keberadaan bus ini di MTI mampu membangkitkan kenangan kolektif warga Bangka Belitung tentang moda transportasi mereka di masa lalu. Bus ini dioperasikan sebagai bus wisata setiap akhir pekan dengan nama Pownis City Tour dan dikelola langsung oleh Museum Timah Indonesia. Bus Pownis ini di bagian dinding samping dilengkapi jendela yang penumpangnya bisa menjulurkan kepala dan tangan keluar. Akses naik dan turun penumpang menggunakan pintu yang ditempatkan di bagian belakang bus, mirip Opelet yang pernah beroperasi di era 1970-an di Jakarta. Bangku penumpang seluruhnya menghadap depan, terbuat dari kayu dicat warna hijau tanpa sandaran kepala. Untuk akses penumpang yang akan duduk atau turun dari bus, dibuatkan lorong di sisi kiri kabin memanjang ke belakang. Setiap baris bangku bisa menampung 3 sampai 4 orang penumpang dewasa. Kondisi bus ini masih cukup terawat dan masih bisa dioperasikan normal. Project Manager InCUBUS 2017, AM Fikri mengatakan, InCUBUS 2017 juga akan menampilkan koleksi bus klasik lain. Diantaranya, bus Mitsubishi MR470 buatan tahun 1963 koleksi PO Sumber Alam, Kutoarjo, Jawa Tengah; bus PPD Superior Coach Mercedes-Benz OF 1113 buatan tahun 1971, bus Lorena bermesin Mercedes-Benz buatan tahun 1973 dan pernah melayani transportasi bus malam AKAP. Ada juga bus Banteng OH306 Mercedes-Benz OH-1113 buatan tahun 1991 milik kolektor Aris Irwanto, bus Mercedes-Benz OH508i buatan tahun 1990-an dan bus Mercedes-Benz OH-1518 tahun 1994 koleksi PO Putra Remaja dari bahan aluminium . Perum PPD ikut berpartisipasi di InCUBUS 2017 dengan memamerkan bus kota klasik PPD OH 408 Volgren buatan tahun 1991. Sementara, Transjakarta busway memamerkan dua unit armada bus vintage-nya dengan livery klasik, masing-masing livery bus PPD tahun 1980-an dan livery PPD Volgren tahun 1991. Tak ketinggalan, ikut dipamerkan pula truk Chevrolet koleksi Hauwke Auto Gallery buatan tahun 1941. "Di pameran InCUBUS 2017 bus-bus yang kami pamerkan berasal dari tahun 1960-an, 1970-an, 1980-an dan 1990-an Satu-dua unit bus mewakili periode perkembangan masyarakat," imbuh AM Fikri. Pameran ini dibuka gratis untuk umum mulai pukul 10.00-17.00 WIB. Khusus hari pembukaan, pameran dibuka mulai pukul 12.00 WIB. Penulis : Egi Yudhistira Editor : Pekik Udi Irianto

#Mitsubishi Colt Diesel #Pameran InCUBUS 2017 #Bus Pownis #Bus Mercedes-Benz OH-1518 #Museum Timah Indonesia #Bus Kayu Pownis #PT Timah Tbk

...
Author : pekik udi irianto > 3234 Articles

Pekik Udi Irianto mengenyam pendidikan di Vrije Academie voor de Beeldende Kunsten, The Haque, NL. Memulai karir di bidang otomotif sejak: 1994 : Fotografer Tabloid Otomotif. 2001 : Redaktur Foto Tabloid Otosport. 2003 : Redaktur Foto Majalah Auto Bild Indonesia. 2015 : Pemimpin Redaksi aftermarketplus.id.

Comment (0)

List Comment

No Comment