Big Bus: Isuzu Berharap pada Kesempatan dan Strategi di Indonesia

Foto: Istimewa

AFTERMARKETPLUS.id – Dalam pertemuan pada Kamis, 25 Januari 2024, PT. Izusu Astra Motor Indonesia menyatakan bahwa saat ini belum ada rencana konkret terkait big bus, namun Isuzu sadar akan pentingnya big bus dan berharap dapat mengembangkan strategi yang tepat.

President Director PT IAMI, Yusak Kristian Solaeman, memberikan pandangannya terkait pentingnya kehadiran big bus di Indonesia. 

Menurut Yusak, big bus perlu dipahami secara menyeluruh, melihat pertumbuhan di Indonesia. Saat ini, segmen big bus terutama terfokus di Jakarta dan masih tersegmentasi. Yusak berpendapat bahwa penting untuk memperluas segmen yang lebih potensial dengan menggunakan skala bisnis yang besar. Isuzu tertarik untuk memperhatikan segmen ekonomi yang potensial, karena melihat hal baru memerlukan skala bisnis yang besar. Isuzu memiliki teknologi dan produk yang sesuai dengan visi ini.

Ketika ditanya mengenai kendaraan listrik (EV), Yusak menyatakan bahwa hingga saat ini, Isuzu belum merencanakan secara jelas untuk tahun 2030. Meskipun Isuzu memiliki teknologi EV, seperti yang ditampilkan di Japan Motor Show (JMS) di Tokyo, dengan model BEV (Battery Electric Vehicle) dan FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle).

Untuk menerapkan teknologi EV di Indonesia, Yusak menekankan bahwa diperlukan infrastruktur yang mendukung, terutama untuk kendaraan komersial yang harus beroperasi 24 jam sehari tanpa henti. Pengisian daya EV membutuhkan stasiun pengisian, yang menjadi tantangan tersendiri.

Sementara Isuzu sudah mempersiapkan diri dalam hal teknologi, Yusak menyoroti pentingnya infrastruktur yang siap untuk mendukung kendaraan komersial EV di Indonesia. Yusak menyatakan bahwa mereka belum berbicara secara spesifik mengenai tahun peluncuran.

Yusak juga membahas tantangan lain yang dihadapi dalam industri ini, seperti persyaratan Euro 5. Isuzu sudah siap menghadapi standar emisi ini, tetapi Yusak menekankan bahwa perlu adanya koordinasi dengan pemerintah. Dia mengungkapkan bahwa masalah utama bukan hanya pengembangan teknologi, tetapi juga ketersediaan bahan bakar yang sesuai dengan standar Euro 4 dan Euro 5. Isuzu menghadapi tantangan terkait kualitas bahan bakar di beberapa daerah, terutama di luar pulau.

Yusak menggarisbawahi peran penting pengusaha dalam memahami produk dan faktor keselamatan, terutama ketika angkutan manusia melibatkan banyak nyawa. Faktor keselamatan menjadi prioritas utama, dan Yusak menekankan bahwa situasi jalan dan medan di Indonesia sangat spesifik. Ini memerlukan pemahaman mendalam dan kesiapan yang melibatkan mekanik dan sumber daya manusia di seluruh Indonesia.

Pandangan Yusak memberikan gambaran tentang pentingnya rencana strategis yang komprehensif dan dukungan infrastruktur untuk menghadirkan big bus di Indonesia, sambil tetap memprioritaskan faktor keamanan dan kualitas bahan bakar.

[Aliyyu]