AFTERMARKETPLUS.id - Di tengah gejolak geopolitik global yang memicu lonjakan harga dan pasokan bahan bakar, sektor logistik di Indonesia mulai goyah. Biaya operasional melonjak, distribusi terancam terganggu. Tapi di saat banyak perusahaan masih bertahan, satu langkah berani justru mencuri perhatian.
PT Primarajuli Sukses (PRS), anak usaha PT Ever Shine Tex Tbk, resmi beralih ke kendaraan listrik (EV) untuk operasional distribusi mereka-dan hasilnya bikin kaget.
Transisi Menuju Logistik Rendah Emisi
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Ever Shine Group dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung target nasional menuju net zero emission pada 2060.
Hingga saat ini, sekitar 70% kebutuhan energi perusahaan akan dipenuhi dari sumber energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1,34 MWp dan pembangkit berbasis gas sebesar 1 MW yang sudah terpasang dan PLTS fase 2 berkapasitas 2.1 MWp yang akan operasional di Juli 2026.
Dalam implementasinya, PRS menggunakan skema fleet-as-a-service KALISTA dengan model operating lease, yang memungkinkan perusahaan melakukan transisi tanpa investasi awal pada aset kendaraan.
Kepemilikan unit berada di KALISTA, sehingga seluruh aspek risiko dan tanggung jawab operasional, termasuk pemeliharaan, layanan purna jual, pengelolaan fitur, hingga integrasi IoT, sepenuhnya merupakan tanggung jawab KALISTA didukung oleh brand.
Dengan ini, PRS dapat lebih fokus pada operasional logistik dan distribusi produk kepada pelanggan. Inisiatif ini merupakan yang pertama diimplementasikan pada sektor tekstil, menjadikannya referensi baru bagi perusahaan tekstil lainnya untuk memulai transisi menuju EV.
"Kami menjawab tantangan kelangkaan BBM dengan mengambil langkah strategis untuk memulai adopsi EV sebagai kendaraan operasional kami. Penggunaan 6 (enam) truk listrik akan digunakan untuk distribusi produk di area Jakarta dan Bandung kepada end customer kami seperti Uniqlo, Atalon, Shopee, Gojek, Grab, Torch dan Eiger," ujar Michael Sung, Direktur Ever Shine Group (2/4/2026).
Pemilihan truk listrik dilakukan berdasarkan survei komprehensif oleh KALISTA terhadap pola operasional PRS, guna memastikan unit yang digunakan mampu memberikan performa optimal.
Sebagai penyedia ekosistem EV yang komprehensif, KALISTA juga berperan merancang strategi pengisian daya termasuk pembangunan infrastruktur charger maupun pemanfaatan SPKLU KALISTA yang tersebar di sepanjang rute operasional Jakarta - Bandung.
KALISTA juga turut memfasilitasi uji coba operasional, sehingga PRS dapat mengevaluasi kinerja unit secara objektif dalam kondisi operasional nyata.
Dalam implementasinya, KALISTA juga mengintegrasikan seluruh armada dengan Fleet Management System (FMS) KALISTA, K-Move Dashboard, yang memungkinkan pemantauan operasional secara real-time serta memberikan visibilitas menyeluruh terhadap pola penggunaan kendaraan.
Yoga Adiwinarto, Direktur Pengembangan Bisnis KALISTA menambahkan, "Kolaborasi dengan PRS mencerminkan komitmen KALISTA dalam menghadirkan solusi mobilitas logistik yang efisien, nyata dan berkelanjutan di tengah dinamika pasokan BBM. Selain lebih efisien secara energi, EV juga mampu menekan emisi serta biaya operasional secara keseluruhan. Hasil uji coba dalam kondisi operasional nyata menunjukkan adanya efisiensi biaya operasional hingga 27% per bulan."
Tekan Biaya Bahan Bakar Hingga 40% di tengah Gejolak Pasokan BBM
Adapun armada yang digunakan untuk operasional logistik PRS terdiri dari 4-unit Foton E-Miller dengan kapasitas baterai 81,14 kWh dan daya angkut hingga 4 ton, serta 2-unit Foton E-Aumark dengan kapasitas baterai 63,75 kWh dan daya angkut hingga 2,5 ton.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa pada satu kali pengisian, kedua unit dapat menempuh jarak hingga 200 km. Pada rute Tangerang-Bandung, proses pengisian daya dilakukan saat waktu istirahat sehingga tidak menggangu operasional, dengan durasi pengisian sekitar 40 menit (20%-80%).
Sebelum memulai operasionalnya, seluruh armada akan melakukan pengisian pertama pada SPKLU PRS yang berlokasi di fasilitas manufaktur PRS, Tigaraksa. Secara keseluruhan, hasil uji coba menunjukkan performa yang positif.
Penghematan biaya energi mencapai 40% per bulan dan pengurangan emisi mencapai 30%, sementara efisiensi biaya operasional secara keseluruhan tercatat hingga 27% per bulan.
Author : pekik udi irianto > 3233 Articles
Pekik Udi Irianto mengenyam pendidikan di Vrije Academie voor de Beeldende Kunsten, The Haque, NL. Memulai karir di bidang otomotif sejak: 1994 : Fotografer Tabloid Otomotif. 2001 : Redaktur Foto Tabloid Otosport. 2003 : Redaktur Foto Majalah Auto Bild Indonesia. 2015 : Pemimpin Redaksi aftermarketplus.id.
List Comment
No Comment