AFTERMARKETPLUS.id - Komitmen Hino Indonesia terhadap dunia pendidikan tak sekadar janji.
Di momen perayaan 43 tahun kiprahnya di Tanah Air, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) menghadirkan gebrakan nyata dengan memberikan simulator transmisi dan komponen utama mesin asli kepada Universitas Udayana, Bali.
Langkah ini menjadi bukti kuat bagaimana kolaborasi industri dan kampus bisa mencetak lulusan teknik yang benar-benar siap terjun ke dunia kerja.
Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Tahun Fiskal 2025 tersebut ditujukan khusus untuk mendukung kegiatan praktik mahasiswa Fakultas Teknik agar bisa belajar langsung menggunakan perangkat otomotif standar industri, bukan sekadar teori di kelas.
Mahasiswa Kini Praktik Pakai Komponen Asli Pabrik Hino
Tak tanggung-tanggung, Hino menyerahkan satu unit simulator transmisi lengkap serta berbagai komponen mesin utama, seperti: Cylinder block, Cylinder head, Connecting rod, Camshaft dan Crankshaft.
Semua komponen ini merupakan part asli kendaraan Hino yang diproduksi di fasilitas manufaktur Purwakarta, Jawa Barat.
Artinya, mahasiswa bisa merasakan langsung pengalaman belajar seperti di lini produksi industri sesungguhnya.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Presiden Direktur HMMI, Hiroshi Terawaki, kepada Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana, Prof. Ir. Linawati, M.Eng.Sc., Ph.D., IPU.
Dalam sambutannya, Terawaki menegaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi kunci utama kemajuan industri otomotif nasional.
"Melalui dukungan terhadap pendidikan vokasi ini, kami berharap terbangun sinergi berkelanjutan antara dunia industri dan perguruan tinggi, sebagai wujud komitmen Hino dalam mencetak lulusan unggul yang siap mendukung pembangunan nasional di Indonesia," ujar Terawaki (2/2/2026).
Bukan Sekadar Donasi, Tapi Investasi SDM Masa Depan
Menariknya, komponen yang diberikan memiliki TKDN lebih dari 40%, menandakan kuatnya kandungan lokal. Selain itu, mesin ini sudah memenuhi standar emisi EURO 4, regulasi ramah lingkungan yang berlaku di Indonesia sejak April 2022.
Dengan teknologi terkini ini, mahasiswa tak hanya belajar mekanik dasar, tapi juga memahami standar industri modern dan regulasi global.
Hino Perkuat Hubungan Industri-Akademik
Program ini sekaligus mempertegas strategi Hino dalam membangun link and match antara dunia pendidikan dan industri, sehingga lulusan teknik tak lagi kesulitan beradaptasi saat masuk dunia kerja.
Bagi Hino, pendidikan bukan hanya tanggung jawab sosial, tapi investasi jangka panjang untuk mencetak talenta otomotif Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global.
Dengan dukungan nyata seperti ini, Universitas Udayana kini selangkah lebih maju dalam menyiapkan calon insinyur masa depan.
List Comment
No Comment