Pusing Antara Pilih Beli Mobil Dengan Mesin Diesel atau Bensin? Ini Kisi-kisi Jawabannya

Foto: aftermarketplus.id

AFTERMARKETPLUS.id – Banyak orang yang pusing antara pilih beli mobil dengan mesin diesel atau bensin. Keduanya jelas menawarkan sisi plus dan minusnya sendiri. Biar nggak bingung, ini kisi-kisi jawabannya bro.

Beberapa APM (Agen Pemegang Merek) kini menyediakan pilihan mesin bensin dan diesel dalam satu produknya, sebut saja Toyota Kijang Innova, Suzuki Ertiga, Hyundai Tucson atau KIA Sorento.

Mana yang lebih baik nih bro? Biar nggak salah pilih, kita bahas satu persatu ya.

1. Harga

Dari sisi harga, pilihan mesin diesel terlihat lebih mahal, ketimbang mesin bensin bro. Suzuki Ertiga Hybrid Diesel GX M/T dijual dengan harga Rp 219,5 juta sedangkan tipe yang sama tapi bermesin bensin dijual Rp 214 juta alias lebih murah Rp 5,5 juta.

Begitu pun dengan Toyota Innova Diesel tipe G M/T dijual Rp 333 juta. Bandingkan dengan tipe G M/T bermesin bensin dengan harga Rp 298,7 juta. Selisihnya mencapai Rp 34,3 juta untuk mendapat tipe dan transmisi serupa.

2. Performa

Cerita berbeda saat membandingkan performa. Karakter mesin diesel yang kuat di putaran mesin rendah membuat ia sangat cocok untuk lalu lintas perkotaan dengan kondisi ‘stop and go’. Apalagi kini diesel selalu dipadu dengan turbocharged agar kinerjanya kian efisien.

Dengan karakter tersebut membuat pilihan mesin diesel membuat konsumsi BBM kian irit. Alhasil, emisi gas buang yang dihasilkan pun kian minim. Nggak heran bila pasar Eropa lebih gemar memilih diesel ketimbang mesin bensin, lantaran standar emisi yang cukup tinggi di sana.

Beberapa pengujian pun menunjukan bahwa kemampuan akselerasi juga cukup mumpuni atau dapat dikatakan setara dengan versi mesin bensin. Pokonya beda jauh bro sama diesel jadul.

Jadi, dengan kemampuan akselerasi setara ditambah konsumsi BBM yang lebih irit, tentu pilihan mesin diesel dapat dijadikan pertimbangan. Meski konsekuensinya suara gemeretak yang lebih terdengar ketimbang mesin bensin.

3. Perawatan Berkala

Nah, bicara perawatan berkala, hal ini turut menjadi pertimbangan bro. Pasalnya, dengan kualitas bahan bakar diesel yang umum digunakan – Solar – membuat filter bahan bakar perlu diganti lebih sering ketimbang mesin bensin.

Sebagai perbandingan, filter diesel perlu diganti setiap 10.000 – 20.000 km, sedangkan filter bensin bisa digunakan hingga 80.000 km. Lainnya, filter diesel harganya juga relatif lebih mahal.

Belum lagi dengan usia pakai oli mesin diesel yang lebih singkat.

Rasio kompresi mesin diesel yang lebih tinggi, dipadu dengan tambahan tekanan dari turbocharged, membuat kualitas oli lebih cepat menurun akibat terkontaminasi dengan bahan bakar yang menyusup masuk ke crankshaft.

Bahkan saat membandingkan biaya perawatan dari komponen yang perlu diganti hingga 50.000 km, selisihnya cukup besar.

Jika mesin bensin punya biaya terbesar saat kelipatan 40.000 km, lain hal nya dengan diesel yang cenderung lebih mahal ketimbang mesin bensin setiap melakukan perawatan berkala.

Seperti yang terjadi pada Toyota Kijang Innova bensin dan diesel.

Biaya perawatan untuk penggantian komponen hingga 50.000 km mencapai Rp 5.056.500 untuk mesin diesel dan Rp 4.234.000 untuk mesin bensin.

Itu sudah dengan gratis biaya jasa, kebayang kan bro kalo ditambah biaya jasa setelah mobil menempuh jarak lebih dari 50.000 km atau lewat dari 4 tahun kepemilikan.

4. Pajak Kendaraan

Nggak kalah penting adalah PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) yang perlu dibayar setiap tahun.

Lagi-lagi, pilihan mesin diesel perlu menebus biaya yang lebih mahal ketimbang bensin. Faktor harga mobil dan kapasitas mesin disinyalir menjadi acuan untuk menentukan pajak tahunan ini.

Bagaimana bro, sudah dapat gambaran singkat mobil bensin vs diesel? Kembali lagi, pilihan mesin apa yang bakal dipilih tergantung atas penilaian elo terhadap plus dan minus kedua jenis mesin tersebut.

[Dhany Ekasaputra]

 

About Dhany Ekasaputra 137 Articles
Experience 1. Racing Driver (1999-2002) 2. Testing Driver, e.g : Lamborghini Aventador, Lamborghini Gallardo, Lotus Elise, Nissan GT-R, Nissan Juke R, McLaren 650 S, etc (2001-2015) 3. Journalist Otosport (2001-2003) 4. Journalist Auto Bild Indonesia (2003-2009) 5. Technical Editor Auto Bild Indonesia (2009-2015) 6. Instructor Safety Institute Indonesia (2014-2016) 7. Operational Manager PT OtoMontir Kreasi Indonesia (2015-2017) 8. Managing Editor aftermarketplus.id (2017- )